Sabtu, 01 Oktober 2016

Sebuah Rencana





Assalamu’alaikum….

Bagi blogger, menemukan ide untuk diposting adalah gampang-gampang susah. Tentu, untuk menarik pengunjung, postingan kudu menarik dan informatif. Dan ada pula yang tujuannya iseng, biasanya, tujuannya hanya untuk menjaga konsistensi dengan mengabaikan pengunjung, dan bisa juga memposting sebab itu adalah salah satu dari pekerjaanya. Ya, bisa dibilang ia tidak akan ngeblog kalau tidak ada tawaran. Singkatnya, ngeblog itu bukan hanya karena keinginan, bisa juga tuntutan, dan biarkan orang memilih jalan yang sudah ia tentukan. Seperti jomblo yang bilang “Pacaran itu adalah pilihan, dan saya memilih untuk tidak pacaran.” Padahal, (baca dengan suara nyaring), nembak sudah sepuluh kali dan ditolak 15 kali. Iya, dia adalah tipe orang yang sebelum PDKT tapi udah dijauhin. “Sepertinya, kita ngga usah PDKT aja, ya!”

Oke, apa yang ingin saya omongin? Jadi gini sahabat-sahabat saya yang super… J

Akhir-akhir ini saya bingung untuk memposting apa di blog dengan tema Arlina Design yang udah diubah oleh kakak saya Hadi Kurniawan. Lalu muncul di benak saya berupa tahi lalat yang di mana itu adalah sebuah petunjuk bagi saya. “Kenapa saya tidak memposting pengalaman saya selama nyantri saja, ya?” Iya, sebenarnya itu sudah ada pada label CUTE, PESANTREN, atau lainnya. Namun, yang saya inginkan adalah membuat cerita yang lebih seru, tapi ‘bukan’ cerita bersambung tentang kehidupan pesantren. Ceritanya dengan tokoh ‘Aku’ latar pesantren, dan cerita-cerita menariknya. Akan dipost setiap satu kali dalam dua minggu mungkin, atau satu minggu.

Aku sebagai saya ‘Getar’ akan bercerita mengenai pengalaman, keluh kesah, sampai dengan hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan tentang sebuah pesantren dan kehidupan apa saja yang ada di dalamnya. Ingat, cerita ini tidak bersambung, dan berdiri sendiri sesuai tema di setiap kali postingan. Dan cerita ini pun tidak akan megikutikan label CUTE atau ‘Curhat Tersembunyi.’ Dan setelah dipikir-pikir, ia akan menjadi satu label saja. Sudah diputuskan yakni ‘CUPES’ Curhat Pesantren. Cerita ini nantinya 95% pengalaman pribadi, dan 5% tambahan. Iya, apalah hidup jika tidak ada tambahan. Bahkan pria yang sudah punya istri saja masih mau nambah lagi. Eh, ngga nyambung ding. Oke, lanjut….

So, mungkin ini mirip dengan serial Heru dan Arya di blog tulisanwortel.com yang kalian sendiri bisa melihatnya di sini….  Kalau mau yang lebih jelas, sila liat serial LUPUS. Oke!

Semoga menginspirasi, jika tidak, tulisan ini memang bertujuan bukan membuat anda untuk terinspirasi. Wasallam… salam ketjup.  

Bagikan

Jangan lewatkan

Sebuah Rencana
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

1 komentar:

Tulis komentar
avatar
2 Oktober 2016 10.54

Tulisan itu terinspirasi dari tulisan lama Roy Saputra, dan ya, gue juga kepikiran buat balik nulis kayak dulu yang lebih banyak curcolnya, tapi ya sulit menolak job review juga. HAHAHAHA.

Reply