Selasa, 26 April 2016

My Goals !





sumber : google image


Seperti sifat manusia pada umumnya, yang selalu ingin dan ingin akan suatu hal tanpa mengenal batas kepuasan. Saya pun begitu. Beberapa keinginan yang sudah dirancang, banyak menemukan kendala dan harus berhenti di tengah jalan, dan tidak sedikit pula yang berhasil dicapai sampai melewati garis finis.
Bagaimana saya satu, lima, atau tahun –tahun yang akan datang? tentu, di samping impian yang ingin saya capai, saya sadar, usaha juga harus berimbang dengan itu semua. Ya, tawakkal. Saya harus tawakkal setelah berusaha dan berdoa’, agar keinginan tadi bisa tercapai dengan segera.

Saat ini, saya sedang duduk di semester enam. Yak, semester yang orang bilang ‘semester menjelang tua.’ Keinginan saya untuk memacari pacar teman sudah hilang. Saya lebih focus pada pendidikan walau pendidikan ngga mau difokusin oleh saya. Ah, entahlah. Saat ini saya cuma ingin lulus cepat. Lulus dari bangku kuliyah ini dengan secepatnya. Satu hal yang membuat saya masih bertekad untuk cepat lulus kuliyah. Saya ingin melanjutkan apa yang sudah ditinggalkan bapak. Bapak mahasiswa yang drop out menjelang
skripsi. Maka saya harus drop out setelah wisuda! Tujuannya biar bapak ngga bilang kayak gini lagi, “Tar, pacu-pacu berajah. Adim becat wisuda.” – bahasa Sasak Lombok yang artinya, “Tar, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Biar kamu cepat wisuda.”

Hal itu ngga bakal saya dapatkan kalau saya masih ngebet kejar pacar teman. “Say no to pacaran!” *ngomong ala Om Felix*

Untuk selanjutnya, atau lima tahun ke depan. Tentunya saya ingin dapat pekerjaan yang layak. Biar bisa ngebahagiain orangtua. Lalu ada yang tanya : Pacar? Istri? mana? jawabannya : itu belum kepikiran sih. Lima tahun ke depan saya berumur 25 tahun. So, kayaknya di umur itu saya belum ngapa-ngapain deh. Belum nikah maksudnya. Saya juga pengen buat usaha. Kalimat apa yang lebih membanggakan dari kalimat ini, “Bu, Pak, ini gaji pertama Getar. Getar persembahkan untuk bapak sama Ibu.” *saya nulis ini sambil mewek*

Kalau tak punya usaha, atau pekerjaan. Paling tidak, saya ingin melanjutkan study ke luar negeri. Ini terdengar aneh bagi saya sebenarnya, yang nyatanya sampai hari ini harus tertatih-tatih masuk kamar mandi setiap ada jam kuliyah. Tapi apa yang tidak mungkin? Bagaimana kita tahu seperti apa kita esok, lusa, dan seterusnya. Tuhan pandai membolak-balikkan hati hamba-Nya.

Bisa fasih berbahasa Arab. Setidaknya, setelah tamat dari status mahasiswa ini, saya harus fasih berbahasa arab. Walau masih belum bisa nyebut kata ‘rrrrr’ dengan baik dan benar. Ya, jadi kalau kalian baca tulisan ini, anggap saja saya lagi ngomong, ‘pengen bisa bahasa alrab.’ Lalu, kenapa bahasa arab? Karena bahasa arab jurusan saya saat ini. Saya tidak mau hanya numpang di jurusan ini dan tidak mendapatkan apa-apa. Maka daripada itu, saya sudah mulai mencatat kosakata sulit lalu menempelnya di dinding-dinding kostan. Harapannya, ketika bangun tidur, saya langsung ngomong bahasa arab. Kan enak tuh pas bangun langsung baca surat Yasin.

Saya juga pengen komunitas baca yang saya dirikan bersama teman-teman di Mataram tidak sekadar komunitas baca, kumpul, lalu pulang. Tapi komunitas yang mampu mengubah sudut pandang orang lain dari hal-hal seperti membaca adalah hal biasa saja menjadi hal luar biasa. Komunitas yang juga turut berperan aktif dalam sosial, lingkungan, dan lain sebagainya.

Haaaah! Untuk sepuluh tahun, bagaimana? Apa ya, udah kepala tiga tuh. Punya tabungan, punya anak, punya istri, punya rumah, punya pondok pesantren, punya penghasilan tetap. Dan saya harus mewujudkannya dengan cepat-cepat lulus kuliyah dan memulai aksi semuanya. Namun, satu hal yang saya sadari, keinginan untuk mempunyai itu semua akan terasa hambar jika ternyata saya sudah tak mempunyai kedua orangtua.

Untuk saat ini, dan selanjutnya, keinginan saya terkumpul pada satu kalimat. “Saya pengen punya ibu bapak yang selalu sehat dan bahagia. Bahkan sampai saya sudah tak ada di dunia ini untuk selamanya…”



Ditulis dalam kondisi sadar

Mataram, 25 April 2016



Bagikan

Jangan lewatkan

My Goals !
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

16 komentar

Tulis komentar
avatar
26 April 2016 15.38

Whaaaw ikutan mewek
Saya seumuran sama kamu berarti, 5 tahun lagi usia 25.
Dulu juga mau kuliah di luar negri, tapi untuk kuliah di dalam negri aja bapak udah gaada biaya alias sudah pensiun.. Jadi saya mah kerja sambil kuliah sekarang.

Semangat ya, semoga cita citanya mendirikan pondok pesantren terwujud. Dan klub membacanya jalan terus, dan tentunya bermanfaat .. amiin :)

Reply
avatar
27 April 2016 18.06

Saya memasuki angka 25 :D
Impian saya nikah muda belum terwujud, kuliah di luar negeri apalagi. Kemampuan otak rasanya gak memadai. :D :D :D

Namun saya menikmati tahun demi tahun untuk perempuan yang baik. Menjadi manusia yang lebih baik.Yang tidak saya sangka adalah pekerjaan yang saat ini saya geluti dulunya ditentang habis-habisan oleh orangtua.

Well, bermimpilah dan berusalah melakukan usaha untuk mewujudkannya. Bila tidak ada? Biarkan itu jadi angan-anganmu saja. :P

Reply
avatar
27 April 2016 19.08

subhanallah sekali loh impiannya..serius..semoga terwujud..
harus dikejar loh ya!
studi di luar negeri itu gampang sekarang, banyak beasiswanya,tinggal kamu sungguh2 ga buat dapetin itu..
belajar bahasa arab itu bagus baanget, soalnya menurutku bahasa arab itu bahasa yang paling susah dipelajari, tapi ketika udah fasih, insya allah kamu lebih gampang belajar bahasa2 lain..
buat komunitasnya, itu bisa dirintis mulai sekarang kok😊
aamiin untuk kedua orangtua yang sehat..
semoga sukses yak

Reply
avatar
27 April 2016 20.04

Hai getar, akhirnya aku datang untuk komentar :)
Sama aku juga anak semester enam, semester yang mulai #ehem untuk disebutkan. Pertanyaan kapan skripsi kapan wisuda sudah mulai melayang layang. Ditambah kapan nikah sesekali. Bagiku ini adalah semester paling rentan, rasa rasanya pengen menyerah da nikah aja hauahahahha

Gak ding becanda sumpah. Anyway itu kamu udah punya komunitas baca, seru lah ya, aku juga someday pengen buat komunitas baca. Tapi baru tahap ngimpi, gatau gimana cara mewujudkannya hehe. Masih meraba raba. Emang sekarang pengennya fokus dulu sama yang namanya kuliyah. Ibu kayaknya udah ngiler banget foto sama aku yang pake toga mueheheehe

Kujuga mula merasa dilematis, abis kuliah ini mau nagapain, mau kemana, tinggal dimana, kelamaan jadi anak kos (fyi aku dari smp udah jadi anak rantau) kalo balik ke rumah ortu kok rasanya annoying banget.

Duh curhatku jadi melebar lebar, Semoga kita dan mahasiswa semester enam lainnya, selalu semangat menghadapi halangan rintangan yah. Salam!

Reply
avatar
27 April 2016 23.11

"Usaha tanpa do'a sombong. Do'a tanpa usaha bohong" itu pepatah dari guru saya di pesantren :D
Mudah-mudahan apa yg kamu inginkan bisa tercapai.
Bahasa arab itu mudah menurut saya. Malah lebih sulit bahasa inggris ketimbang bahasa arab *menurut saya

Masalah pacaran bisa nyusul kapanpun. Yg terpenting dan yg udah jelas didepan mata aja dulu.
Nice post ....

Reply
avatar
28 April 2016 10.52

Hai getar... saya juga semester 6 tapi 2 tahun lalu... hihihi...
Semoga tetap semangat untuk meraih mimpinya, jadi terinspirasi buat ini juga, rencana masa depan meskipun pernah buat juga sih tapi sebagian besar nggak jadi kenyataan mungkin karena usahanya kurang, jadi cuma jadi mimpi yang nggak kesampaian.

pas baca di ending, pengen bapak ibu sehat dan bahagia, itu mungkin doa paling sederhana apalagi kalo alasan mereka bahagia itu karena anaknya. luar biasa

Reply
avatar
28 April 2016 11.07

Wah... terus kejar minpimu sampe dapat. Semangat untuk skripsinya bro... jangan sampe kalah sama skripsi. Tinjukin bahwa lo bisa wisuda dengan cepat dan hasil yang memuaskan. Itu si kebahagiaan orang tua yang paling dalam.

Gue juga masih sama2 berjuang untuk meraih mimpi nih. Mari kita berdoa bersama untuk sama2 sukses. Jika masyarakat sukses semua, pasti indonesia juga akan menjadi negara yang sukses! Berat amat ya mikirin negara.. hehe *tapi ya gitu, klo mau negara kit maju, kita harus jadi maju dulu

Reply
avatar
28 April 2016 12.28

Wah semangat ya ngejar mimpinya, itu ada banyak lho. Kalau gak semangat ngejarnya bukannya dapet malah kabur semua mimpinya.

Aku 3 tahun lagi Insyaallah semester 6, kalau masalah pacaran ya gak usah pacaran dulu. Fokus aja ke mimpinya. Semua harapannya aku aminin biar terkabul semua.

Reply
avatar
28 April 2016 12.56

Hai bang getar, eh gapapa kan dipanggil bang? Haha

Oh udh semester 6 mau skripsi, mudah2an kamu bisa drop out setelah wisuda. Soalnya rata2 orang tua pengen anaknya diatas mereka atau bahkan sebanding, tapi aku doain semoga kamu diatas ortu kamu.

Urusan pendidikan keluar negri sih sah sah aja, yg penting kita punya mimpi kan ya? Urusan pacar temen yg makin cakep mah gampang, nanti juga mereka bakal putus. Nah disitu baru siapin ancang-ancang.

Reply
avatar
28 April 2016 14.07

aku udah 24 tahun.
baru lulus kuliah tahun lalu, dan baru kerja secara resmi tahun ini walaupun status masih menggantung. impian kuliah di luar negeri, aku juga pingin.. tapi harus sabar, nunggu 2 tahun lagi baru bisa ikutan program kuliah.

semoga impian-impianmu terwujud, semoga keinginanmu mendirikan ponpes tercapai, semangat tar, kamu pasti bisa

Reply
avatar
28 April 2016 18.43

Wah-wah.. Ternyata impianmu itu sungguh luar biasa. Saran Pangeran, sih. Coba terus untuk memperlajari sesuatu yang baru dari bahasa Arab. Ya, gak cuman melulu tentang bagaimana berbahasa yang baik. Tapi, tentang kehidupan mereka, makanan, dan rasanya itu akan memudahkan lo menemukan jati diri supaya gampang menemukan feel dari bahasa arab itu sendri.

Terus berusaha dan berdoa, karena itu landasan untuk membuat semuanya dimudahkan. Semoga impianmu bsia tercapai ya bro.. Good luck..

Reply
avatar
29 April 2016 13.04

wahahh... punya pondok pesantren??
aku mau jugaaa.....
nanti kalo kamu buka pesantren aku ngelamar yaa jadi guru disana.. hehehe

iya, intinya bahagian orang tua dulu... sebelum mereka tiada

Reply
avatar
29 April 2016 13.10

Hai bang Getar, semoga sukses yah kuliahnya. Jujur aja sih, kebanyakan orang banyak yang memandang sebelah mata Fakultas jurusan bahasa arab. Katanya sih, prospek kerjanya gak universal dan tidak terjamin. Tetapi, setelah baca niat lo yang bagi gue sangat tulus sekali, gue percaya suatu hari nanti, lo akan jadi orang sukses.

Siapa yang tahu. 5-10 tahun lagi bukan hanya punya tabungan, punya anak, punya istri, punya rumah, punya pondok pesantren, punya penghasilan tetap saja yang lo miliki. Tapi lo percaya Tuhan sudah menyiapkan tempat terbaik di akhirat nanti, tempat dimana lo bisa menghabiskan waktu bersama kedua orangtua lo selama-lamanya.

Amin.

Reply
avatar
12 Mei 2016 12.24

amin allahumma amin
smoga trcapi cita2nya ya gan... hhee

Reply
avatar
25 Mei 2016 00.43

Semoga semua keinginannya dapat terwujud yaa :)

Reply