Sabtu, 03 Oktober 2015

BEHA with Arista Devi





Selamat pagi! Kemarin, saya berkesempatan buat tanya-tanya di segmen BEHA ini bareng salah satu penulis yang sudah nerbitin kumcer solonya, Bibi Arista Devi! *tepuk tangan*
Sebelum ke session pertanyaan. Saya mau ngenalin dulu siapa Bibi Arista Devi. Beliau saat ini kerja dan tinggal di negeri jauh sana, Hong kong. Dan kemarin siang, sepulang saya dari kampus, saya ngobrol-ngobrol tentang pengalamannya sebagai penulis yang saat ini sudah menerbitikan kumcer solonya. “Empat Musim Bauhinia Ungu.”

Cekibrot!


Bibi Arista sedang saya wawancarai


Saya : Selamat Siang! Bibi Arista! Perkenalkan diri dulu dong.
Arista : Hai! Selamat Siang buat kalian yang ada di Indonesia! Perkenalkan, nama saya Arista Devi. Saya peri paling terkenal dari Kerajaan Hirawling! *Bibi Arista mengahadap kamera*

Saya : Mwehwhe. Bi, itu bukan kamera. Itu kaca pembesar. Kamera belum sempat dipasang. Terakhir terlihat pas Hadi Kurniawan datang.
Arista : Hihi. Kirain...

Saya : Sejak kapan jadi peri di Kerajaan Hirawling? Sudah berapa periode bibi peri selalu terpilih menjadi peri di kerajaan ini?
Arista : Hmmm. Pertanyaan lain, ada?

Saya : Ada, ada. Tadi kan, Bibi Peri bilang bibi adalah peri paling terkenal. Tapi, lebih terkenal mana Bibi peri Arista atau Rani Peri di film Balveer?



Rani Peri dan Bibi Peri. Temukan 5 perbedaannya.

Arista : Yang lebih terkenal saya dong. Orang situ nanya sama saya. Hahaha...

Saya : Hmmm... saya mau nanya nih.
Arista : Oke, wani piro?

Saya : Kemarin, Bibi Arista udah nerbitin kumcer. Bisa diceritain sedikit tentang isinya?
Arista : Kumcernya namanya Empat Musim Bauhina Ungu. Itu kumpulan cerita tentang suka duka cerita TKW di Hong Kong.


Via WA-nya Bibi

Saya : Hmmmm...Ja..  (Saya belum selesai ngomong, Bibi Arista melanjutkan)
Arista : Kelebihan cerita kumcer bibi ini based on true story sih dan sekarang dalam proses penerjemahan ke Bahasa Inggris dan Cantonis. Doakan segera terbit ya, Tar...

Saya : Aamiin. J Moga cepat terbit, ya! Bagaimana cara membagi waktu buat nulis dan melakukan pekerjaan lain di tengah kesibukan?
Arista : Hmmm... Bagi waktu? Lebih tepatnya bagaimana menulis dalam keterbatasan waktu yang ada. Sebagai seorang yang bekerja sebagai TKW (baca : pembantu rumah tangga), waktu itu sangat terbatas. Tapi, asalkan ada kemauan, pasti ada jalan.

Saya : Man Jadda Wa Jada! Hehe. Oh ya, yang nerjemahin ke Bahasa Inggris penerbit mana?
Arista : Ini yang ngerjain sebuah LSM / NGO di Hong Kong. Rencananya juga dipublikasikan di Hongkong.

Saya : Sekarang, kesibukan lain apa aja? Masih konsisten buat nulis? Biasanya nulis di waktu apa?

Bibi Arista tidak merespon. Beberapa menit kemudian.

Saya : Halo? Halo? Halo? Ini tamu kemana sih? Ditinggalin bentar ke dapur udah ngga ada.

Beberapa menit setelah itu.

Arista : Hehe. Bibi mau nyiapin makan siang dulu...

Saya : Lah, kok? Nyiapin makan siang di rumah saya? Jadi, tadi yang ngulek-ulek sambal di dapur itu........ ( Saya mengehela nafas)
Arista : Itu Bibi...

Saya : Yaudah. Lanjutin ngulek sambalnya. Saya mau pergi.
Arista : Kamu ngambek?

Saya : Ngga Bi. Ini mau sholat Jum’at dulu. Bye! Nanti lanjutinnya.

Beberapa jam setelah itu, saya belum balik ke rumah. Konon, saya sholat Jum’at 10 rokaat.

Saya masuk ke rumah tanpa mengetuk pintu. Bibi Arista masih duduk di kursi tamu.

Saya : Bagaiamana? Ganteng, kan?
Arista : Apanya?

Saya : Muka saya, Bi. Kan barusan saya baru pulang jum’atan.
Arista : Ih. Kamu salah niat tuh. Itu air liur masih nempel di pipi.

Saya lupa, ternyata tadi di Mesjid saya tidur berjam-jam. Sampai mimpi kalau sholat Jum’at 10 rakaat.

Saya : Hehe. Ya udah Bi. Saya lanjutin ya.!
Saya : Bibi kan kerja. Lalu, bagaimana cara menulis dengan waktu yang dikit buat istirahatnya?
Arista : Ketika kita sudah meniatkan diri untuk menulis, otomatis kita terpikirkan mau nulis apa. Nah, ketika sudah terpikirkan itu tapi belum ada waktu untuk menulis, kita bisa mengikat apa yang kita pikirkan itu dengan menuliskan intinya (ide) dalam kertas, notes, atau aplikasi hape. Agar kita sudah ada kesempatan kita bisa benar-benar menuliskannya.

Saya : Ide tulisan itu bisa datang dari mana aja?
Arista : Misalnya nih. Ketika bibi sedang sibuk membersihkan rumah atau sedang bersama majikan, mendadak terpikirkan ide. Maka bibi berusaha menuliskannya di kertas atau di notes hape. Lalu ketika jam istirahat, bibi menuliskannya.

Saya : Hmmm *manggut* Sekarang, ada naskah yang sedang digarap?
Arista : Ada. Pinginnya naskah ini lekas selesai dan bisa menjadi ‘anak’ yang membanggakan.

Saya : Itu naskah kumcer atau novel, Bi?
Arista : Novel. Soalnya sudah banyak yang nanya, kok keroyokan mulu, kapan nih punya anak sendiri, gitu. Kalo keroyokan, udah ada Lot & Purple Hole yang diterbitkan Elex Media. Ada juga 19 PMS, Universal Nikko yang ada jurus andalan bibi di dalamnya.


Promo lagi via Nikko Universal

Saya : Eh, kalau boleh tahu, yang sedang digarap, temanya apa sih?
Arista : Personal Literature dan Romance Fantasy.

Saya : Wah, ada dua naskah sekaligus gitu, ya.
Arista : Iya. Doakan lekas menemukan jalan kelahirannya ya Tar.

Saya : Iya.. Aamiin. J Terima kasih sudah bincang-bincang hangat. Jangan kapok main ke rumah, ya!
Arista : Iya. Hehe. Pulang dulu ya.

Saya : Iya..

Bibi Arista pamit.

Saya : Eh, Bi. Itu dapur bukan pintu keluar.
Arista : Hehe, iya ya. Mau ngulek sambal dulu bentar. Mau dibawa pulang.

Saya : Silakan...

Demikian percakapan saya dengan Bibi Arista Devi. Mari doakan agar naskahnya cepat kelar. *aamiin berjamaah*
Terima kasih!





Bagikan

Jangan lewatkan

BEHA with Arista Devi
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

6 komentar

Tulis komentar