Senin, 28 September 2015

Futsal with AIS Lombok





2013

Jauh sebelum hari H, hari perayaan hultah AIS Lombok, teman saya Nopi mengirimkan pesan singkat pada saya perihal perayaan ulang tahun AIS Lombok atau Arsenal Indonesia Supporter Lombok. Perayaan kecil-kecilan akan diselenggarakan di lapangan futsal Udayana. Tanpa banyak tanya, saya menyanggupinya. Dia akan ke kos saya terebih dahulu di Dasan Agung, kemudian kami akan bersamaan ke lokasi.

Hari itu adalah hari pertama kalinya saya akan main futsal. Selama saya menjadi mahasiswa baru, sama sekali saya belum pernah main di lapangan futsal. Bahkan, selama di pondok dulu, pas lomba futsal antar pesantren pun, saya nggak ikut di starting line up. Bayangkan, bagaiamana saya hari itu.

Dan tentunya, ini pertama kalinya saya bertemu dengan fans-fans Arsenal yang kesetiannya pada klub London utara itu. Karena ini acara untuk umum, siapaun boleh ikut. Baik member atau  bukan. Saya dan Nopi bersepakat untuk pergi bersama-sama. Saya dan Nopi bukan member seperti mereka. Lebih tepatnya, kami adalah penikmat permainan Arsenal doang. Gimana mau jadi member, buat nobar rutin aja harus ngorbanin uang jajan selama satu minggu.

Jadilah saya dan Nopi ke tempat acara. Panitia memungut dari masing-masing peserta uang 20 ribu rupiah. Sebagai syarat ikut lomba futsal mini, dapat striker, dan tentu konsumsi. Saya tergabung dalam tim King Henry (kalau tidak salah) setelah proses cabut lot sebagai syarat untuk masuk ke tim mana, sesuai isi dalam kertas yang dilipat.

Tim saya dan Nopi beda.

Pertandingan ditentukan selama 15 menit kali 2. Pemenang dihitung berdasarkan poin tertinggi. Menang 3 poin. Kalah 0 poin. Seri 1 poin. Kita pakai sistem liga.
Saya yang tergabung dalam tim yang permainannya bagus-bagus, dan saya satu-satunya anggota tim yang hari itu pertama kali masuk lapangan futsal. Sudah psti, saya kewalahan banget. Sering salah kontrol bola sampai burung hampir kena. Operan yang terlalu pelan hingga membuat tim lawan menguasai bola. Teman satu grup saya yang tergabung dalam tim cepat-cepat mengganti saya. Mungkin, saya dipersiapkan untuk pertandingan selanjutnya atau dipersiapkan untuk menjadi pemain cadangan selama-lamanya.

Hari itu dewi fortuna tidak memihak pada tim kami. Kami hanya menjadi pemanis turnamen mini. Setidaknya, saya bangga. Berkenalan dengan teman-teman AIS Lombok yang hafal benar yel-yel lagu Arsenal. Terlihat, ketika acara pemotongan kue ulang tahun pertama. Mereka semua meneriakkan yel-yel Arsenal yang ujung liriknya ada Gooners-Goonersnya. Sedang, saya dan Nopi hanya cengengesan ngga jelas. Ngga hafal lagunya. 



Tim saya


Kue Proud To Be a Gooner yang kuning kayak jersey away


Arsenal Indonesia Supporter Regional Lombok



Bagikan

Jangan lewatkan

Futsal with AIS Lombok
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.